Mitos Gunung Hejo Yang Angker

Mitos Gunung Hejo Yang Angker

Gunung Hejo adalah gunung yang terletak di Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Jawa Barat. Lokasinya yang dekat dengan Tol Cipularang membuat gunung ini banyak dikaitkan dengan kecelakaan yang terjadi di tol tersebut dan tidak sedikit juga mitos Gunung Hejo yang angker.

1. Kaitannya Dengan Kerajaan Padjajaran

Salah satu mitos yang berkembang di tengah masyarakat adalah bahwa gunung tersebut merupakan petilasan atau tempat bertapa dari Prabu Siliwangi yang merupakan raja yang mahsyur dari Kerajaan Padjajaran dan memang ada sebuah situs yang masih bisa dikunjungi.

2. Situs Petilasan Prabu Siliwangi

Meskipun dihubungkan dengan mitos Gunung Hejo yang dikenal angker, namun sebenarnya situs petilasan tersebut benar adanya. Petilasan tersebut terletak di sebelah kiri arah Tol Bandung yang tepatnya berada di kilometer 96.2 Tol Cipularang. Wujudnya seperti makam terbungkus kain putih.

3. Isu Saat Pembangunan Tol Cipularang

Mitos Gunung Hejo yang angker juga berkembang karena isu saat pembangunan. Saat itu dikatakan bahwa pihak kontraktor berusaha menembus Gunung Hejo untuk dijadikan jalan tol. Namun, usaha tersebut gagal meskipun sudah menggunakan alat berat. Jalur tol kemudian dibuat melingkar.

4. Janji Yang Dilanggar

Selain isu diatas, konon yang menyebabkan mitos semakin dipercaya karena sering terjadi kecelakaan adalah karena ingkar janji pihak kontraktor untuk membangun jalan khusus ke situs Gunung Hejo tersebut. Entah benar atau tidak janji tersebut namun jalan tersebut tidak pernah ada.

5. Kecelakaan Besar di Tol Cipularang

Dari latar belakang tersebut itulah banyak yang mengaitkannya sebagai mitos dengan kejadian kecelakaan besar di Tol Cipularang yang sering terjadi seperti baru-baru ini yang menewaskan hingga lima orang entah kebetulan selalu terjadi di kilometer 90-100.

6. Sudut Pandang Penjelasan Ilmiah

Hanya saja, dari sudut pandang ilmiah tentang Gunung Hejo ini menyatakan bahwa kilometer 90-100 merupakan jalur yang rawan. Penjelasan tersebut dikaitkan dengan jalanan yang menurun dengan belokan serta kontur angin yang harus diwaspadai pengguna jalan apalagi dengan beban berat.

Penjelasan lainnya ada dari Satlantas Polres Purwakarta yang menyatakan bahwa lokasi kecelakaan tersebut adalah blackspot yang menyebabkan pengemudi tidak dapat melihat pengguna jalan lain hingga terjadi kecelakaan. Faktanya kendaraan yang digunakan kebanyakan fit dan layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *