Yuk Lihat Karnaval Gerobak Sapi di Jogja

Perlahan namun pasti gerobak-gerobak berjalan menyusuri jalan dengan pankangĀ  kurang lebih 6 km. Seperti ular raksasa, gerobak-gerobak sapi memanjang beriringan, berkeliling desa di sekitar stadion Sultan Agung. Arak-arakan maupun pawai keliling atau Karnaval gerobak sapi ini menyedot perhatian masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui.

Sementara itu, pada lintasan balap beberapa pasang sapi sudah bersiap-siap beradu pacu. Dengan bergantian dua buah gerobak lalu dipacu. Sang Bajingan dengan tangkas dan gesit mengendalikan laju sapi yang sedang berlari kencang.

Sementara pembantu si Bajingan dengan lincahnya bersiap untuk mengambil bendera merah putih dari sisi samping gerobaknya, sebelum gerobak tersebut menyentuh garis finish. Dan sorak sorai penonton seketika itu pecah ketika sapi-sapi itu berlari kencang di Karnaval gerobak sapi.

Sementara yang lain sedang berpacu, belasan gerobak berjajar di pinggir panggung. Gerobak- gerobak ini berhias warna-warni bunga dan hasil bumi dengan sentuhan memikat. Gerobak berhias cantik ini, jadi media berselfie para penonton yang hadir di Karnaval gerobak sapi.

Ada 227 gerobak sapi, dua hari tumplek penuhi halaman Stadion Sultan Agung. Mereka jadi bagian dari Festival (wisata) Gerobak Sapi ke III diselenggarakan oleh Bajinges Community didukung oleh Dinas Pariwisata DIY. Dengan adanya Karnaval gerobak sapi diharapkan menjadi wadah para Bajingan, istilah pengemudi gerobak, dan juga petani atau pemilik gerobak supaya gerobak sebagai alat transportasi dapat tetap eksis.

Di samping jadi alat transportasi, keberadaan gerobak sapi nantinya bisa mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi yang menopang misalnya industri pembuatan gerobak sapi. Serta yang tidak kalah penting adalah dengan gerobak sapi bisa menopang dunia pariwisata.