Sebelum Berwisata, Pahami Etika di Tempat Wisata

Hampir setiap daerah wisata kita akan menemui orang lain, baik yang kita kenal atau tidak. Dalam situasi tersebut setiap tindakan kita akan bisa berdampak pada orang lain. Pada dasarnya etika di tempat wisata bertujuan supaya kegiatan kita tak menggangu hak dari wisatawan lainnya. Hak wisatawan yang perlu kita hormati misalnya:

  1. Young happy woman with backpack standing on a rock with raised hands and looking to a valley below

    Hak terhadap privacy : Sudah jadi hukum alam dimanapun didunia, sampai tingkat tertentu tiap orang butuh ruang pribadi. Kita akan merasa terganggu bahkan terancam jika ruang pribadi kita didesak oleh orang lain. Hal tersebut terjadi misalnya jika kita berkemah dan terlalu berdekatan dengan orang yang lain, berjalan terlalu dempet dengan orang lain.

  2. Hak menikmati alam asli : hal ini menjadi sangatlah penting karena sesuai tujuan Taman Nasional jadi daerah konservasi. Wisatawan yg seyogyanya ingin berdekatan dengan alam jadi merasa terganggu jika pengunjung lain terlalu ribut atau menghalangi pandangannya. Gangguan juga terjadi disebabkan kondisi kawasan yang tidak lagi alami disebabkan berbagai bentuk vandalisme.

Contoh dari perilaku yang mempertimbangkan akan etika di tempat wisata:

  1. Tidak membuat suatu keributan : Suara ribut bisa menggangu pengunjung lain yang mau merasakan lingkungan alam asli.
  2. Tidak merusak fasilitas, jadi pengunjung yang lain tidak bisa menggunakannya.
  3. Tidak corat-coret fasilitas, sehingga bisa mengganggu keindahan. Biasanya berbagai fasilitas di Taman Nasional sudah dibuat dengan sedemikian rupa supaya terlihat menyatu dengan alam, jadi tidak menggangu suasana alaminya.