Perbedaan Browser Google Chrome dan Chromium

Pada awalnya suatu proyek pembuatan web browser berbasis opensource dengan nama Chromium didirikan untuk bisa membuat browser opensource. Lalu Google mengambil sourcecode dari Chromium dan membuat proyek tersebut untuk mencipta browser baru yang lalu menambah kembali beberapa fitur tambahan.

Seperti nama, yang kemudian jadi Google Chrome. Singkatnya, Google Chrome adalah Chromium yang dipaket lalu didistribusikan oleh Google namun menambah fiturnya. Itu adalah singkatan gambaran Perbedaan Google Chrome dan Chromium.

Proyek Chromium itu sendiri masih terus jalan dan masih digunakan Google untuk meng-update layanan Google Chrome. Setidaknya ada beberapa perbedaan antara Google Chrome dan Chromium, yang ditambahkan Google, misalnya :

Beda Google Chrome dan Chromium dari LOGO

Logo Google Chrome berwarna-warni merupakan kombinasi merah-kuning-hijau-biru sedang untuk logo Chromium hanya berwarna biru.

Beda Google Chrome dan Chromium dari Crash reporting

Di Google Chrome, pengguna bisa mengirim crash report nya ke Google sedangkan untuk Chromium tak ada fitur tersebut.

Beda Google Chrome dan Chromium dari Video and audio tags

Google Chrome sudah mendukung format H.264, AAC, MP3, Vorbis lalu Theora sedang Chromium hanya bisa mendukung Vorbis dan juga Theora.

Beda Google Chrome dan Chromium dari Adobe Flash

Secara defaultnya, Google Chrome sudah terintegrasi Flash Player.

Beda Google Chrome dan Chromium dari PDF support

Google Chrome juga sudah memiliki plugin PDF default.

Beda Google Chrome dan Chromium dari Code

Code Google Chrome dites developer sedangkan untuk Chromium dimodifikasi para distributor termasuk Google.