Menikah Tanpa Pacaran

Untuk orang awam pacaran setelah nikah adalah ungkapan yang membingungkan. Seperti yang kita tahu tidak ada istilah pacaran atau proses penjajakan ataupun pengenalan apapun. Justru sebaliknya pacaran adalah sesuatu yang dilarang dan ini termasuk perbuatan zina. Lalu bagaimana bila menikah tanpa pacaran?

Bukankah kita memerlukan perkenalan terlebih dahulu sebelum danya pernikahan? Jika saling mengenal adalah sesuatu yang penting, ini tidak berarti pacaran jadi boleh. Bahkan pacaran dengan bahaya dosa jelas adalah perbuatan yang harus dihindari karena mengandung ancaman dosa besar. Makanya, ada istilah Taaruf sebelum pernikahan.

Yang penting dari ta’aruf dalam menikah tanpa pacaran adalah saling mengenal kedua belah pihak, saling memberitahu keadaan keluarga, saling memberi tahu harapan dan juga prinsip hidup, saling mengungkapkan apa yang disukai dan juga tidak disukai, dan seterusnya.

menikah-tanpa-pacaranKaidah yang perlu dijaga dalam proses tersebut intinya adalah saling menghormati yang disampaikan lawan bicara, mengikuti adanya aturan pergaulan yang baik, tak berkhalwat, tidak mengumbar pandangan. Setelah proses taaruf, langkah selanjutnya adalah khitbah. Jika keduanya sepakat untuk menikah. Namun, ini hanya sekadar janji menikah yang tidak ada terkandung akad nikah.

Menikah tanpa pacaran selanjutnya adalah Khitbahyang biasanya, peminangan seorang pria pada wanita (tentunya kepada wali dari wanita tersebut). seorang wanita juga dapat meminta kepada pria untuk dinikahi. Khitbah ini bukan menghalalkan segalanya Khitbah bukanlah syarat sahnya dari nikah, akad nikah tanpa khitbah juga tetap sah, akan tetapi khitbah adalah wasilah untuk menuju jenjang pernikahan yang di perbolehkan.

Sesudah khitbah atau permohonan menikah disetujui, sebaiknya keluarga kedua pihak tadi bermusyawarah mengenai kapan dan juga bagaimana walimah dilangsungkan.