Jenis Jenis Bekam Tradisional

Terapi bekam Tradisional memiliki banyak penggemar akhir akhir ini. Hal ini tak terlepas dari banyaknya pasien merasa berhasil sembuh setelah memperoleh terapi bekam. Bagi yang masih awam mengenai  bekam, perlu diketahui Jenis bekam tradisional ini dibagi jadi dua jenis, yaitu bekam kering dan juga bekam basah.

Jenis bekam tradisional Bekam kering adalah proses bekam tanpa mengeluarkan darah kotor dari tubuh. Terapis menggunakan alat cupping set dan menghisap bagian permukaan kulit serta memijat bagian itu. Tujuannya adalah menghilangkan rasa sakit di bagian itu.

Biasanya, bekam ini dijalankan pada keadaan darurat seperti nyeri yang tiba-tiba muncul. Tapi, pada saat ini,  bekam  sendiri menawarkan bekam kering ini pada pasien yang takut darah. Tapi bekam kering tak dianjurkan karena tak menyembuhkan bahkan bisa menambah penyakit yang diderita.

Sementara Jenis bekam tradisional kedua, terapi bekam basah adalah terapi bekam yang mana darah kotor nantinya dikeluarkan dari dalam tubuh. Sebelumnya, pada bagian permukaan tubuh yang dibekam ditusuk jarum yang steril lebih dahulu kemudian therapist meletakkan cupping set untuk bisa menghisap darah kotor dari tubuh. Biasanya, proses dari penghisapan darah kotor ini butuh waktu sekitar 3 sampai 5 menit. Lama dari waktu penghisapan tergantung juga penyakitnya.

Menurut para ahli medis modern, pengobatan Jenis bekam tradisional ini memang kuno. Tapi, khasiatnya dapat dijelaskan secara medis. Menurut penelitian, darah kotor diambil dari proses bekam ternyata ada sepersepuluh kadar sel darah putih. Dari penelitian itu, para ahli medis modern menjelaskan bahwa terapi bekam efektif untuk melindungi dan menguatkan unsur sistem imun tubuh.