Inilah Cara Kerja Kapal Selam

Cara kerja kapal selam ternyata menerapkan prinsip dari hukum archimedes. Ilmuan berasal Yunani ini yang merupakan salah satu ilmuan yang terkenal dalam beberapa abad bahkan hingga sekarang. Prinsip kerja dari hukum archimedes ini cukup sederhana karena dengan syarat sebuah benda bisa dikatakan mengapung yaitu bila gaya apung harus lebih besar dari berat benda itu sendiri.

Jika kita masih bingung dari prinsip archimedes ini kita bisa mencermati terlebih dahulu beberapa bagian sebuah kapal selam yang memiliki tugas dan fungsinya masing masing. Bagian bagin tersebut meliputi: Katup udara, tempat atau bagian ini untuk memasukan sejumlah udara kedalam tangki atau biasa juga disebut ballast. Bagian yang kedua adalah tangki atau ballast, tanki inilah yang memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpan air atau penyimpan udara.

inilah-cara-kerja-kapal-selamSelain itu, bagian yang penting lainnya yaitu katup air, bagian ini memiliki fungsi untuk memasukan air kedalam tanki ballast. Semua bagian ini bisa bekerja dengan baik dengan sebuah alat penting yaitu kompresor tangki udara. Alat ini yang mempunyai tugas vital supaya sebuah kapal selam bisa menyelam dan muncul permukaan air. Alat ini untuk memompa sejumlah air yang diganti dengan sejumlah udara dan dapat juga sebaliknya.

Cara kerja kapal selam yang pertama dimulai saat sebuah katup udara diisi sejumlah udara yang memenuhi ballast menggunakan kompresor udara sehingga sebuah kapal selam yang memiliki berat puluhan ton ini dapat mengapung. Sedangkan cara kerja kapal selam supaya dapat melayang di perairan yang dalam adalah dengan membuka katup air dan juga menutup tanki udara jadi air yang ada di laut masuk dalam tangki ballast dan ukuran jumlah air laut ini disesuaikan dengan kebutuhan supaya kapal selam bisa tenggelam ke sebuah kedalaman yang ditentukan.