Ibnu Nafis Sang Penemu Sistem Sirkulasi Darah Manusia

Penemuan penemuan besar tak selalu terungkap ke permukaan. Berbagai alasan seperti kurangnya bukti literatur juga menjadi salah satu akibatnya. Salah satu penemu yang kurang begitu dikenal adalah Ibnu Nafis yang merupakan penemu sistem sirkulasi darah manusia. Yang dikenal di khalayak umum adalah ilmuan kedokteran asal Inggris yang sebenarnya hanya menemukan teori sirkulasi darah dalam paru paru.

Ibnu Nafis lahir di kota Damaskus, Syria, pada tahun 1210 M dengan nama lengkap Abu ‘Ala’I ‘Alaudin ‘Ali bin Abi Hazam bin Nafis Qurasyi. Sejak kecil Ibnu Nafis sudah menunjukkan ketertarikan pada bidang kesehatan sehingga pada saat dia tumbuh besar dia berguru pada ulama terkenal seperti Syekh Al Dahwar yang sangat berpengaruh pada bidang keilmuan Ibnu Nafis.

ibnu-nafis-sang-penemu-sistem-sirkulasi-darah-manusiaHal yang membuat Ibnu Nafis sebagai penemu sistem sirkulasi darah manusia adalah terungkapnya kitab Syarah Tasyrif Qanuun yang berarti penjelasan Kitab Qanuun. Kitab yang dibuat oleh Ibnu Nafis merupakan uraian yang lebih dalam dari karya Ibnu Sina yang dikenal sebagai bapak ilmu kedokteran modern.

Ibnu Nafis berpendapat bahwa vena arteriosa sangat penting bagi paru paru karena merupakan tempat mengalirnya darah yang telah dihangatkan dan dimurnikan oleh jantung bagian kanan. Dari Vena arteriosa darah lalu kemudian menyebar melalui pembuluh darah yang lebih halus kemudian sampai ke kantung udara yang disebut alveolus. Namun sayangnya beberapa ilmuan mengklaim hasil kerjanya sehingga Ibnu Nafis kurang dikenal secara umum.