Efek Samping Obat Anti Nyeri

Obat anti inflamasi sendiri dibagi jadi dua, yaitu Steroid dan juga AINS. Obat anti inflamasi atau (antiradang) non steroid, atau lebih dikenal memiliki sebutan NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) atau AINS merupakan suatu golongan obat yang mempunyai khasiat analgesik (anti/pereda nyeri), anti piretik (untuk penurun panas), dan juga anti inflamasi (anti radang).

Istilah dari “non steroid” ini digunakan untuk bisa membedakan jenis obat – obatan dengan steroid, yang memiliki khasiat yang serupa. AINS ini bukanlah tergolong obat – obatan berjenis narkotika. Inflamasi merupakan salah satu respon utama system kekebalan tubuh terhadap suatu infeksi maupun iritasi.

Apa Efek Samping Obat Anti Nyeri?

AINS memiliki efek samping di tiga sistem organ yaitu pada saluran cerna, ginjal, dan juga hati. Efek yang sering ialah tukak peptik (tukakduodenum serta tukak lambung) yang terkadang terjadi anemia sekunder disebabkan perdarahan pada saluran cerna.

Terdapat dua mekanisme iritasi lambung, iritasi bersifat lokal yang menimbulkan difusi dari asam lambung ke mukosa serta yang menyebabkan kerusakan jaringan, iritasi serta perdarahan secara sistemik nantinya melepaskan PGE2 dan juga PGI2 yang akan menghambat pada sekresi asam lambung dan bisa merangsang sekresi mukus usus halus.

Efek Samping Obat Anti Nyeri lain ialah gangguan fungsi trombosit disebabkan pemnghambatan biosistesis tromboksan A2 (TXA2) dan berakibat bertambahnya panjang masa perdarahan. Penghambatan dari biosintesis PG pada ginjal menyebabkan gangguan homeostasis.

Pada orang yang normal Efek Samping Obat Anti Nyeri ini tak begitu berpengaruh pada fungsi ginjal. Tapi, pada pasien hupovolemia, pasien gagal jantung, sirosis hepatis, aliran darah dari gijal dan kecepatan terhadap filtrasi glomerolus bisa berkurang, bahkan bisa terjadi gagal ginjal akut.